Postingan

Menyusuri Masjid Cipaganti dan Cerita Kejayaan Pengusaha Susu Lembang

Gambar
Minggu pagi, 15 Mei 2017. Sehari sebelumnya saya janjian dengan salah seorang narasumber untuk ikut menyusuri kawasan Cipaganti, Bandung. Dalam hati bergumam akhirnya kesampaian juga untuk jalan-jalan di kawasan ini. Sebagai warga Bandung, kawasan Cipaganti dikenal sebagai pemukiman elit. Itu dulu memang, ketika era kolonial. Sekarang kawasan elit di Bandung rasanya sudah banyak juga. Tapi Cipaganti memang legendaris. Tempat ini memang diproyeksikan menjadi area pemukiman orang-orang Eropa pada masa itu. Nah, berikut kisahnya… Sepintas orang hanya mengenal ruas Jalan Cipaganti dengan kerindangannya. Namun, jalan yang kini bernama Raden AA Wiranata Kusumah itu punya nilai historis yang belum banyak diketahui masyarakat. Ruas jalan Raden AA Wiranata Kusumah membentang cukup panjang dan dikenal sebagai kawasan ramai di Kota Bandung. Bahkan, pendatang dari luar negeri pun tak sedikit yang mengenali jalan ini. Jalan Cipaganti merupakan ruas jalan yang membelah Ke...

PK dan Sudut Pandang Baru

Gambar
Sebelum nonton film PK ini, saya sudah membayangkan ‘geli’. Geli ketika harus menonton film India yang sempat tren sewaktu saya masih duduk di bangku SD. Bukan...bukan karena tariannya. Tapi suka aneh nonton fim yang aktornya gak mati-mati. Misal, dilempar dari jurang masih tetap hidup. Atau saat kejar-kejaran sampai nembus tembok tapi gak mati-mati. Kalo temanya gak bales dendam, apalagi coba. Nah, film PK ini berhasil membuat saya melihat sesuatu yang terbalik dari film produksi Rajkumar Hirani ini. Jelas, film ini dibintangi Aamir Khan (PK) dan Anushka Sharma (Jaggu). Kalo boleh jujur, saya tertarik karena yang main di film ini karena ada Jaggu-nya. Hehehe.. Anushka Sharma berperan sebagai Jaggu Tapi, ngomong-ngomong soal film PK saya baru tau kalo tema film yang diangkat kali ini berbeda. Berbeda dari sisi mananya? Pertama,  bukan soal cinta-cintaan. Kalopun ada unsur cinta, cara menyampaikannya berbeda. Yang kedua, soal agama. Nah loh, cinta beda agama? Nggak juga.....

Toba!

Suatu hari nanti, aku pengen mengajakmu ke D anau T oba . Jalan-jalan ke Pusuk Buhit . Di sana, ada jalan berbatu menuju danau dalam dunia Sitor Situmorang. Aku bawa gitar, kamu yang nyanyi. Menyesapi kesunyian alam Toba. Lupakan waktu, hari-hari dimana pikiran dan tenaga terkuras oleh rutinitas kita. Aku tahu, banyak kuliner di Toba. Aku pengen mengajakmu makan ikan mas arsik, saksang, naniura, tanggo-tanggo sampai perut ini kenyang bukan kepalang. Atau mungkin saat senja ngopi di tepian Toba yang lapang itu! Jika pagi tiba, sarapan dengan ombus-ombus yang bisa membuat bibir manyun karena terus meniup-niup. Jangan lupa untuk menyampaikan doa kepada Debata Mulajadi Na Bolon di Pusuk Buhit. Lalu bercengkrama dengan orang-orang yang disebut si birong mata. Mungkin perlu juga bersampan di danau. Mengelilingi pulau yang muncul di atas pulau itu...