PK dan Sudut Pandang Baru
Sebelum nonton film PK ini, saya sudah membayangkan ‘geli’.
Geli ketika harus menonton film India yang sempat tren sewaktu saya masih duduk
di bangku SD. Bukan...bukan karena tariannya. Tapi suka aneh nonton fim yang
aktornya gak mati-mati. Misal, dilempar dari jurang masih tetap hidup. Atau saat
kejar-kejaran sampai nembus tembok tapi gak mati-mati. Kalo temanya gak bales
dendam, apalagi coba.
Nah, film PK ini berhasil membuat saya melihat sesuatu yang
terbalik dari film produksi Rajkumar Hirani ini. Jelas, film ini dibintangi
Aamir Khan (PK) dan Anushka Sharma (Jaggu). Kalo boleh jujur, saya tertarik
karena yang main di film ini karena ada Jaggu-nya. Hehehe..
![]() |
| Anushka Sharma berperan sebagai Jaggu |
Tapi, ngomong-ngomong soal film PK saya baru tau kalo tema
film yang diangkat kali ini berbeda. Berbeda dari sisi mananya? Pertama, bukan soal cinta-cintaan. Kalopun ada unsur
cinta, cara menyampaikannya berbeda. Yang kedua, soal agama. Nah loh, cinta
beda agama? Nggak juga...karena di film ini ada hal yang membuat kita harus
berpikir.
Singkat cerita, PK ini orang dari planet luar. Sementara,
Jaggu kembali ke Delhi (India) karena nggak jadi menikah sama cowoknya yang
orang Pakistan tapi mereka bertemu di Belgia. Jaggu sendiri merupakan seorang
jurnalis, anchor, dan pembawa acara di salah satu televisi di India.
Sementara, Si PK gak kalah kocaknya. Orang aneh ini kecurian
sewaktu mendarat di bumi. Kalungnya yang berisi sebuah alat detektor berwarna hijau
diembat sama seseorang. Namanya juga makhluk dari luar angkasa, mana bisa
berbahasa manusia.
PK tak lama ditemukan seseorang yang ia anggap sebagai
kakak, paman atau ayahnya. Dari sana ia beradaptasi sebagai manusia. Termasuk berbicara!
Suatu ketika PK sadar kalungnya dicuri, pergilah ia ke Delhi di mana orang yang
merampas kalungnya konon berada di sana. Sesampainya di Delhi, PK yang
mencari-cari kalungnya menemukan berbagai pertanyaan. Bagaimana orang bisa
menyembah Tuhan dengan cara yang berbeda-beda. Bisa dibayangkan, si PK sampai-sampai
mengikuti semua ajaran agama untuk meminta kepada Tuhan agar kalungnya kembali.
Apes memang nasib PK. Dari sana lah konflik muncul.
Saya sih menilai konflik yang ditampilkan menarik. Mungkin
saya kurang mengikuti industri film di India, tapi film ini menampilkan gimana
konflik mengenai agama itu menjadi hal yang harus kita cermati. Kaya gimana
konfliknya? Mending nonton aja. Nanti juga bakal mikir..”Eh, iya juga ya!”
Tapi tetap santai kok nonton film ini, gak usah harus tegang
juga buat mikirin konflik dalam filmnya. Film ini masih menyajikan komedi yang
segar. Padahal dari awal film, saya kira hanya akan menampilkan gimana cinta
beda agama dan beda negara. Ternyata....lebih dari itu.
Satu adegan penting di film ini yang saya tangkap ketika PK
menemukan boks kondom di kantor tempat Jaggu bekerja. Dia gak sengaja
menemukannya. PK nanya-nanya ke orang di sekitar kantor dan nggak ada yang
mengaku. Padahal, ada orang yang jalan di depannya dengan tanpa sengaja barang
itu jatuh dari kantongnya. Si PK pun dibawa ke bos Jaggu, dia menanyakan
begini.
Mengapa ketika orang kehilangan uang semua berkata "ini
milikku, ini milikmu"
Tapi ketika kondom hilang, orang berkata ini bukan milikku, ini bukan milkikku"
Tapi ketika kondom hilang, orang berkata ini bukan milikku, ini bukan milkikku"
“Seks adalah masalah pribadi” kata bos Jaggu.
“Apanya?” Sahut PK.
“Bagaimana mungkin seseorang berteriak bahwa "hari ini
aku akan berhubungan seks"” ucap si bos lagi.
“Tapi pesta perkawinan kerupuk dibuat, orkestra dimainkan,
itu seolah memberitahu semua orang di Kota, "hari ini aku akan berhubungan
seks"
Apa makasudnya?” tanya si PK kepada si bos.
Apa makasudnya?” tanya si PK kepada si bos.
| Adegan PK bertanya kepada seseorang yang sudah menjatuhkan kondom |
Dari situlah PK mulai dipekerjakan di tempat Jaggu bekerja
sebagai anchor. Ini juga menarik. Untuk jurnalis yang bertemu orang macam PK
ini bisa jadi pelajaran juga. Sebab, si bos Jaggu sendiri berkata begini. “Orang
mencari Tuhan adalah urusan agama. Tapi orang menemukan Tuhan, baru sebuah
berita”.
Oke, sampai di sini dulu saya mengulas filmnya. Pengena tau
gimana film PK? Silakan tonton filmnya. Bagus dan keren kok...

Komentar